April 16, 2026

Cekur/kencur (Kaempferia galanga) adalah herba aromatik yang banyak digunakan sebagai rempah dan obat tradisional di Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Indonesia. Sebagian besar penelitian fokus pada rimpang, tetapi ada juga data khusus tentang daun cekur.

Khasiat Utama Daun & Tumbuhan Cekur

  • Anti-nyeri dan anti-radang (daun)
    Ekstrak air daun cekur pada tikus/mencit menunjukkan efek antinociceptive (pereda nyeri) dan anti-inflamasi yang kuat dan bergantung dosis; efek nyeri berkurang dan bengkak pada model radang menurun. Hal ini mendukung penggunaan tradisional untuk sakit kepala, sakit tekak, dan ulser mulut (Umar, 2011; Sulaiman et al., 2008; Shil et al., 2025).
  • Antimikroba & antiseptik tradisional
    Rimpang banyak digunakan untuk sakit tekak, sakit gigi, gusi berdarah, sariawan, dan luka; studi menunjukkan aktivitas antibakteri kuat terhadap Staphylococcus aureus dan beberapa bakteri lain (Begum et al., 2023; Wang et al., 2021; Khairullah et al., 2021; Sulaiman et al., 2008). Endofit dari daun cekur juga menghasilkan senyawa dengan aktivitas antibakteri in vitro (Zhaobao et al., 2021).

Aplikasi Tradisional yang Didukung Data

Kegunaan tradisionalBukti ilmiah terkaitSumber
Sakit kepala, sakit tekak, ulser mulutDaun: anti-nyeri & anti-radang pada hewan(Umar, 2011; Sulaiman et al., 2008; Shil et al., 2025)
Bengkak, radang sendi, pegalEkstrak: anti-inflamasi kuat, anti-angiogenik(Umar, 2011; Sulaiman et al., 2008; Khairullah et al., 2021; Susilo & Pratomo, 2025)
Luka & masalah kulit ringanAktivitas penyembuhan luka, antioksidan, antibakteri(Wang et al., 2021; Das & Nayak, 2023; Khairullah et al., 2021; Nag & Mandal, 2015; Ali et al., 2015)

Figure 1: Kegunaan tradisional cekur dan dukungan sains

Khasiat Lain Tanaman Cekur (lebih banyak dari rimpang)

  • Antimikroba, antioksidan, anti-kanker, antituberkulosis, anti-denggi, hiperlipidemik, sedatif, vasorelaksan, peluruh angin, dan pelindung kardiovaskular telah dilaporkan dalam berbagai model in vitro dan hewan (Wang et al., 2021; Andriyono, 2019; Das & Nayak, 2023; Kumar, 2020; Radzi, 2023; Khairullah et al., 2021; Susilo & Pratomo, 2025; Ali et al., 2015).
  • Ekstrak rimpang juga menunjukkan anti-penuaan kulit (inhibisi kolagenase/elastase) dengan toksisitas sel rendah pada kultur sel kulit manusia (Nag & Mandal, 2015).

Keamanan dan Keterbatasan

Beberapa ulasan menyebut adanya kontroversi tentang keamanan, termasuk laporan potensi genotoksik dan toksisitas pernapasan pada kondisi tertentu dan dosis tinggi (Ridha et al., 2024). Penelitian pada manusia masih sangat terbatas, sehingga dosis aman untuk konsumsi jangka panjang belum jelas (Sulaiman et al., 2008; Wang et al., 2021; Khairullah et al., 2021; Susilo & Pratomo, 2025; Ridha et al., 2024).

Conclusion

Daun cekur memiliki khasiat utama sebagai pereda nyeri dan anti-radang, yang sejalan dengan penggunaan tradisional untuk sakit kepala, sakit tekak, dan ulser mulut. Seluruh tanaman (terutama rimpang) juga menunjukkan beragam aktivitas antimikroba, antioksidan, dan kegunaan lain dalam model laboratorium dan hewan. Namun, bukti klinis pada manusia dan data keamanan jangka panjang masih terbatas, sehingga pemakaian sebaiknya tetap bijak dan tidak berlebihan.

These search results were found and analyzed using Consensus, an AI-powered search engine for research. Try it at https://consensus.app. © 2026 Consensus NLP, Inc. Personal, non-commercial use only; redistribution requires copyright holders’ consent.

References

Ali, M., Dash, P., & Nasrin, M. (2015). Study of sedative activity of different extracts of Kaempferia galanga in Swiss albino mice. BMC Complementary and Alternative Medicine, 15. https://doi.org/10.1186/s12906-015-0670-z

Andriyono, R. (2019). Kaempferia galanga L. sebagai Anti-Inflamasi dan Analgetik. Jurnal Kesehatan. https://doi.org/10.26630/jk.v10i3.1458

Begum, T., Gogoi, R., Sarma, N., Pandey, S., & Lal, M. (2023). Novel ethyl p-methoxy cinnamate rich Kaempferia galanga (L.) essential oil and its pharmacological applications: special emphasis on anticholinesterase, anti-tyrosinase, α-amylase inhibitory, and genotoxic efficiencies. PeerJ, 11. https://doi.org/10.7717/peerj.14606

Das, R., & Nayak, R. (2023). ETHNOMEDICINAL USES, PHYTOCHEMICAL ANALYSIS AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF KAEMPFERIA GALANGA L. RHIZOME. Asian Journal of Microbiology, Biotechnology & Environmental Sciences. https://doi.org/10.53550/ajmbes.2023.v25i02.022

Khairullah, A., Solikhah, T., Ansori, A., Hanisia, R., Puspitarani, G., Fadholly, A., & Ramandinianto, S. (2021). Medicinal importance of Kaempferia galanga L. (Zingiberaceae): A comprehensive review. Journal of Herbmed Pharmacology. https://doi.org/10.34172/jhp.2021.32

Kumar, A. (2020). Phytochemistry, pharmacological activities and uses of Indian traditional medicinal plant Kaempferia galanga L. – An overview.. Journal of ethnopharmacology, 112667. https://doi.org/10.1016/j.jep.2020.112667

Nag, S., & Mandal, S. (2015). IMPORTANCE OF EKANGI ( KAEMPFERIA GALANGA L . ) AS MEDICINAL PLANTS-A REVIEW. **.

Radzi, N. (2023). Kaempferia galanga Linn: A Systematic Review of Phytochemistry, Extraction Technique, and Pharmacological Activities. ASM Science Journal. https://doi.org/10.32802/asmscj.2023.1088

Ridha, R., Hefni, D., Tachrim, Z., Primahana, G., Priyanto, J., Linosefa, L., Adrial, A., Endrinaldi, E., & Prastya, M. (2024). Antibacterial Activity of Endophytic Bacterial Isolates from Kaempferia galanga Leaves. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi. https://doi.org/10.14710/jksa.27.11.538-548

Shil, S., Kishore, P., Shashank, A., Sen, H., Mahata, C., & Dewanjee, S. (2025). Phytochemical and Ethano-Pharmacological Potentialities of Kaempferia galanga L.. Journal of Advances in Biology & Biotechnology. https://doi.org/10.9734/jabb/2025/v28i113269

Sulaiman, M., Zakaria, Z., Daud, I., Ng, F., Ng, Y., & Hidayat, M. (2008). Antinociceptive and anti-inflammatory activities of the aqueous extract of Kaempferia galanga leaves in animal models. Journal of Natural Medicines, 62, 221-227. https://doi.org/10.1007/s11418-007-0210-3

Susilo, A., & Pratomo, H. (2025). Systematic Literature Review of Controversies in the Traditional Uses of Kaempferia Galanga. Proceeding International Seminar of Science and Technology. https://doi.org/10.33830/isst.v4i1.5978

Umar, I. (2011). Phytochemistry and medicinal properties of Kaempferia galanga L. (Zingiberaceae) extracts. African Journal of Pharmacy and Pharmacology, 5, 1638-1647. https://doi.org/10.5897/ajpp11.388

Wang, S., Zhao, H., Xu, H., Han, X., Wu, Y., Xu, F., Yang, X., Göransson, U., & Liu, B. (2021). Kaempferia galanga L.: Progresses in Phytochemistry, Pharmacology, Toxicology and Ethnomedicinal Uses. Frontiers in Pharmacology, 12. https://doi.org/10.3389/fphar.2021.675350

Zhaobao, X., Xueli, P., & Dawei, T. (2021). Active Ingredient of Kaempferia galanga L. and Its Application in Food Industry. , 42, 448-458. https://doi.org/10.13386/j.issn1002-0306.2020090040

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *