
Daun kemangi (Ocimum sp.) mempunyai banyak khasiat, terutama dari kandungan flavonoid, saponin, tanin, minyak atsiri dan antioksidan.
1. Khasiat untuk organ dalam dan metabolisme
- Peluruh batu ginjal (antikalkuli): Ekstrak etanol daun kemangi (600–1600 ppm) mampu meluruhkan kalsium batu ginjal secara in vitro lebih besar daripada kontrol negatif, menunjukkan potensi sebagai peluruh batu ginjal (Harianja et al., 2021).
- Menurunkan kolesterol: Pada tikus dengan hiperkolesterolemia akibat MSG, ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum) menurunkan kolesterol total secara bermakna; dosis paling efektif 700 mg/kgBB (Gantoro et al., 2025).
- Melindungi hati (hepatoprotektif): Pada mencit yang diberi alkohol (tuak), ekstrak daun kemangi melindungi dan memperbaiki kerusakan hati, dengan dosis optimal sekitar 900 mg/kgBB (Rudini et al., 2025).
2. Efek pada kesuburan pria
- Kemangi dikenal sebagai herba afrodisiak. Ekstrak etanol 70% daun kemangi meningkatkan diameter tubulus seminiferus dan jumlah sel spermatogenik pada tikus jantan terpapar timbal, terutama pada dosis 200 mg/kgBB, walau peningkatan belum signifikan secara statistik (Azrifitria & Putri, 2023).
3. Aktivitas antimikroba, antioksidan, dan kegunaan mulut
- Antibakteri & antifungi: Ekstrak daun kemangi menghambat Staphylococcus aureus rongga mulut (Utami et al., 2021), Streptococcus pneumoniae dengan KHM 25% (Setiyani et al., 2023), dan menghambat pertumbuhan Candida albicans hingga tidak ada koloni pada konsentrasi 35% (Tarsikah et al., 2022).
- Mengurangi bau mulut/halitosis: Minyak atsiri, flavonoid, dan eugenol memberi efek antimikroba dan deodoran; kemangi secara tradisional digunakan untuk mengatasi bau mulut dan badan, didukung sifat antimikrobanya (Robbihi, 2020).
- Antioksidan kuat: Ekstrak kemangi menunjukkan aktivitas antioksidan (FRAP) dan penghambatan kolagenase dengan IC50 sekitar 110 µg/mL, lebih baik daripada eugenol pembanding (Hanjaya et al., 2019).
Ringkasan senyawa aktif
| Kandungan utama | Potensi efek | Sumber |
|---|---|---|
| Flavonoid, fenolik | Antioksidan, antiinflamasi, anti-hiperkolesterolemia | (Harianja et al., 2021; Hermalina et al., 2025; Hanjaya et al., 2019; Gantoro et al., 2025) |
| Saponin, tanin | Antimikroba, potensi imunostimulasi | (Harianja et al., 2021; Hermalina et al., 2025; Marpaung & Romelan, 2019; Gantoro et al., 2025) |
| Minyak atsiri (linalool, eugenol, estragol) | Antibakteri, pengharum, antijamur | (Utami et al., 2021; Robbihi, 2020; Hanjaya et al., 2019) |
Figure 1: Ringkasan kandungan aktif dan efek kemangi
Kesimpulan
Secara ilmiah, daun kemangi berpotensi bermanfaat sebagai peluruh batu ginjal, penurun kolesterol, pelindung hati, penunjang kesuburan pria, antioksidan, serta antibakteri/antijamur yang membantu kesehatan mulut dan pencernaan. Sebagian besar bukti masih dari studi hewan dan in vitro, sehingga penggunaan sebagai obat sebaiknya tetap hati‑hati dan tidak menggantikan terapi medis.
These search results were found and analyzed using Consensus, an AI-powered search engine for research. Try it at https://consensus.app. © 2026 Consensus NLP, Inc. Personal, non-commercial use only; redistribution requires copyright holders’ consent.
References
, H., Girsang, E., & Nasution, A. (2019). Effectiveness of antioxidant and anticoligenase activity of 70% ethanolic extracts of Kemangi leaves (Ocimum Basilicum). Journal of Inventions in Biomedical and Pharmaceutical Sciences. https://doi.org/10.26452/jibps.v4i4.1434
, T., Widyana, E., & Wulandari, L. (2022). Effectiveness of Kemangi (Ocimum basilicum) Leaf Methanol Extract against Candida albicans Colonies. JURNAL INFO KESEHATAN. https://doi.org/10.31965/infokes.vol20.iss2.870
Azrifitria, A., & Putri, E. (2023). Efek Ekstrak Etanol 70% Daun Kemangi Ocimum americanum L.) Terhadap Perbaikan Sel Spermatogenik Tikus Sprague-Dawley Jantan. Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ). https://doi.org/10.15408/pbsj.v5i1.27787
Gantoro, B., Christina, Y., & Putri, E. (2025). PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KEMANGI (OCIMUM SANCTUM) TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL TOTAL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR) YANG DIINDUKSI MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG).. Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam. https://doi.org/10.37776/zked.v15i1.1713
Harianja, M., Rahman, H., & Wigati, S. (2021). Invitro: Evaluasi Aktifitas Peluruhan Batu Ginjal Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. Jurnal Sains dan Kesehatan. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i3.359
Hermalina, C., Syafnir, L., & Darma, G. (2025). Skrining Fitokimia Daun Kemangi (Ocimum x africanum). Bandung Conference Series: Pharmacy. https://doi.org/10.29313/bcsp.v5i2.21037
Marpaung, M., & Romelan, R. (2019). ANALISIS JENIS DAN KADAR SAPONIN EKSTRAK METANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRAVIMETRI. JFL : Jurnal Farmasi Lampung. https://doi.org/10.37090/jfl.v7i2.57
Robbihi, H. (2020). KAJIAN MANFAAT KEMANGI (OCIMUM BASILICUM) TERHADAP HALITOSIS. , 4, 51-58. https://doi.org/10.37160/jikg.v1i1.509
Rudini, M., Febriyani, U., Kurniawati, E., & Mariska, R. (2025). Hepatoprotective Role Of Basil Leaf Extract (Ocimum basilicum) Against the Liver of Mice (Mus musculus) Given Tuak Drink. Biosfer: Jurnal Tadris Biologi. https://doi.org/10.24042/biosfer.v16i2.29122
Setiyani, T., Furtuna, D., & Ria, F. (2023). Pengaruh Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) Terhadap Pertumbuhan Streptococcus pneumoniae Secara In Vitro. Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan. https://doi.org/10.30595/hmj.v5i3.15840
Utami, P., Isnandar, I., Syaflida, R., & Siregar, I. (2021). Pengaruh ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L) terhadap Staphylococcus aureus di rongga mulutEffect of basil leaf extract (Ocimum basilicum L.) on oral Staphylococcus aureus. , 33, 38-43. https://doi.org/10.24198/jkg.v33i1.29968



