
Dalam saintifik, “daun kaduk” biasanya merujuk pada Piper sarmentosum, tetapi kertas yang ditemui di sini adalah tentang daun katuk / cekur manis (Sauropus androgynus). Jawapan di bawah adalah untuk daun katuk.
Khasiat utama daun katuk
1. Melancarkan & menambah pengeluaran susu ibu
- Beberapa kajian klinikal dan ulasan literatur menunjukkan daun katuk bertindak sebagai laktagog (booster ASI) yang meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin, seterusnya menambah jumlah dan kelancaran susu (Permatasari, 2023; Handayani et al., 2021; Harismayanti et al., 2023; Safitri et al., 2021).
- Pemberian rebusan/ekstrak daun katuk dikaitkan dengan:
- kenaikan berat badan bayi 140–200 g/minggu (Permatasari, 2023; Mien et al., 2024)- lebih ramai ibu yang mencapai status susu “cukup/lebih” berbanding kumpulan kawalan (Safitri et al., 2021).
2. Kandungan pemakanan & sebatian aktif
- 100 g daun katuk mentah mengandungi kira‑kira 59 kcal, protein 4.8 g, kalsium 204 mg, zat besi 2.7 mg, vitamin A sangat tinggi, serta vitamin C dan B (Harismayanti et al., 2023; Safitri et al., 2021).
- Mengandungi flavonoid, saponin, tanin, sterol, papaverin, polifenol yang dikaitkan dengan:
- kesan antioksidan sangat kuat (IC50 ~80 µg/mL) (Lidyawati et al., 2021)- potensi anti‑radang, antibakteria, antihipertensi, antihiperlipidemia, antiinfeksi, antianemia (Lidyawati et al., 2021).
3. Kegunaan tradisional lain
- Dalam komuniti, katuk digunakan sebagai:
- pelancar ASI (fungsi paling utama)
- ubat demam, panas dalam, batuk, pelawas, penurun berat badan, bantu diabetes (Lidyawati et al., 2021; Firdaus et al., 2024).
4. Bentuk & cara penggunaan biasa
| Bentuk | Cara guna ringkas | Sumber |
|---|---|---|
| Sayur/rebusan | 7 tangkai (~90 g) direbus dalam 450 ml air, diminum 3×/hari 14 hari | (Harismayanti et al., 2023) |
| Ekstrak/kapsul | Digunakan dalam kajian untuk tingkatkan susu ibu | (Permatasari, 2023; Handayani et al., 2021; Safitri et al., 2021) |
| Salap luaran | Ekstrak diformulasikan sebagai salap, stabil & tidak iritatif | (Lidyawati et al., 2021) |
Figure 1: Cara penggunaan daun katuk yang dikaji
Keselamatan & perkara perlu berjaga‑jaga
- Daun katuk mengandungi alkaloid papaverin; pengambilan berlebihan dikaitkan secara teori dengan risiko keracunan papaverin, jadi elakkan dos sangat tinggi atau penggunaan jangka panjang tanpa pemantauan (Safitri et al., 2021).
- Bukti paling kukuh setakat ini adalah untuk ibu menyusu, bukan untuk semua penyakit lain; banyak manfaat lain masih pada tahap kajian awal atau tradisi (Handayani et al., 2021; Lidyawati et al., 2021).
Kesimpulan
Daun katuk terbukti terutama berkesan sebagai pelancar dan penambah susu ibu, disokong oleh beberapa kajian manusia. Ia juga kaya nutrien dan antioksidan dengan potensi manfaat lain, tetapi penggunaan dos sederhana dan berhati‑hati disarankan, khususnya di luar konteks penyusuan.
These search results were found and analyzed using Consensus, an AI-powered search engine for research. Try it at https://consensus.app. © 2026 Consensus NLP, Inc. Personal, non-commercial use only; redistribution requires copyright holders’ consent.
References
Firdaus, A., Rahayu, A., & Cahyanto, T. (2024). Kajian Pemanfaatan Katuk (Sauropus Androgynus) sebagai Tanaman Herbal di RW 08 Desa Sindangsari Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut. Tumbuhan : Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian Dan Ilmu Kehutanan. https://doi.org/10.62951/tumbuhan.v2i1.195
Handayani, S., Pratiwi, Y., & Ulya, Y. (2021). DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr) MENINGKATKAN PRODUKSI AIR SUSU IBU. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram. https://doi.org/10.57267/jisym.v11i1.79
Harismayanti, H., Retni, A., Lihu, F., & Rokani, M. (2023). Pemanfaatan Daun Katuk untuk Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Hamil dan Menyusui. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i1.8047
Lidyawati, L., Hidayati, N., & Ceriana, R. (2021). Formulasi Sediaan Salep Dari Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.). Journal of Pharmaceutical and Health Research. https://doi.org/10.47065/jharma.v2i3.1267
Mien, M., Hasrima, H., & Narmi, N. (2024). Eksplorasi Pengetahuan lokal Etnomedisin Daun katuk (Sauropus Andíogynus (L.)Meeí) Booster ASI pada Ibu Menyusui di Kelurahan Sampara Kabupaten Konawe. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi. https://doi.org/10.33087/jiubj.v24i1.4604
Permatasari, V. (2023). Hubungan Pemberian Daun Katuk (Sauropus Androgynous) terhadap Proses Kelancaran Asi pada Ibu Postpartum. Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i12.14292
Safitri, R., Yuviska, I., Astriana, A., & Sunarsih, S. (2021). PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KATUK DAPAT MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI. Jurnal Kebidanan Malahayati. https://doi.org/10.33024/jkm.v7i4.4936



