
Udang galah ialah udang air tawar besar bernilai tinggi, banyak dipelihara di Asia Tenggara termasuk Indonesia dan Malaysia. Penyelidikan terkini banyak fokus pada teknik budidaya intensif, sistem terintegrasi, genetik, serta pengurusan stok alam.
Biologi asas & kepentingan ekonomi
- Udang galah ialah palaemonid terbesar (hingga ~32 cm), tersebar luas di Indo-Pasifik dan jadi sumber protein penting dengan permintaan pasaran tinggi dan harga menarik (Tan & Wang, 2022; Banu & Christianus, 2016).
- Overfishing di sungai menyebabkan penurunan stok liar dan mendorong program restocking serta budidaya komersial (Sopian et al., 2023; Jaafar, 2014; Nasution & Dimenta, 2022).
Gambaran tema kajian udang galah
- 1979
- 1 paper: (Cheah & Ang, 1979)- 1980
- 1 paper: (Tay & Ng, 1980)- 2014
- 1 paper: (Jaafar, 2014)- 2016
- 2 papers: (Kisworo et al., 2016; Banu & Christianus, 2016)- 2018
- 2 papers: (Dahlia et al., 2018; Dong et al., 2018)- 2019
- 2 papers: (Syatriawan et al., 2019; Setijaningsih et al., 2019)- 2020
- 1 paper: (Harahap, 2020)- 2022
- 5 papers: (Tan & Wang, 2022; Pillai et al., 2022; Lestari, 2022; Nasution & Dimenta, 2022; Mardika et al., 2022)- 2023
- 1 paper: (Sopian et al., 2023)- 2024
- 3 papers: (Zaki et al., 2024; Maria et al., 2024; Ramadani & Nurhayati, 2024)- 2025
- 1 paper: (Mahendra et al., 2025)Figure 1: Sebaran masa kajian udang galah dari 1970-an hingga kini. Marker besar lebih berpengaruh.
| Fokus kajian | Contoh isi utama | Kegunaan praktikal | Sumber |
|---|---|---|---|
| Sistem budidaya intensif | RAS, green water, hatchery statik | Tingkatkan pertumbuhan & sintasan | (Sopian et al., 2023; Cheah & Ang, 1979; Setijaningsih et al., 2019; Tay & Ng, 1980; Dong et al., 2018) |
| Sistem terintegrasi & akuaponik | Ugakodi (udang–koi–padi), polikultur, IMTA | Tambah pendapatan, baiki kualiti air | (Dahlia et al., 2018; Mahendra et al., 2025; Setijaningsih et al., 2019; Dong et al., 2018) |
| Genetik & pembenihan | Seleksi genetik, induk lokal, stock enhancement | Benih unggul, pulihara stok liar | (Kisworo et al., 2016; Jaafar, 2014; Pillai et al., 2022; Banu & Christianus, 2016) |
| Ekologi & stok liar | Bioekologi sungai, rasio kelamin, GSI | Asas pengurusan tangkapan | (Harahap, 2020; Nasution & Dimenta, 2022) |
Figure 2: Tema utama penyelidikan udang galah dan aplikasinya.
Teknik penternakan & sistem produksi
- Sistem resirkulasi (RAS) meningkatkan pertumbuhan bobot, panjang, laju pertumbuhan harian dan kelangsungan hidup berbanding tanpa resirkulasi, sambil menstabilkan kualiti air (Sopian et al., 2023).
- Teknik pendederan merangkumi persiapan kolam, pengelolaan kualitas air (DO ~5–5,6 mg/L; pH 7,1–8,7; 24–28°C; salinitas 0–5 ppt), manajemen pakan dan penyakit (Zaki et al., 2024).
- Akuaponik/polikultur dengan ikan tambakan + kangkung atau sistem IMTA dengan ikan, kerang dan tanaman air dapat meningkatkan pertumbuhan, mengurangkan amonia/nitrit/nitrat, dan menambah hasil tanaman (Setijaningsih et al., 2019; Dong et al., 2018).
- Sistem “Ugakodi” (udang galah–koi–padi) serta akuaponik desa menunjukkan peningkatan pendapatan petani kerana hasil pelbagai komoditi dalam ruang terhad (Dahlia et al., 2018; Mahendra et al., 2025).
Genetik, pembenihan & konservasi
- Program seleksi genetik di beberapa negara menunjukkan peningkatan pertumbuhan 4,4–11% per generasi, dengan heritabilitas berat panen sederhana hingga tinggi (Pillai et al., 2022).
- Di Indonesia, pengayaan genetik dan perakitan induk lokal (contoh Barito, Kalimantan Selatan) melalui cooperative breeding system memperkuat kemandirian benih (Kisworo et al., 2016).
- Analisis genetik di Malaysia menunjukkan program stock enhancement berjaya: juvenil hatchery bertahan dan beranak silang dengan stok liar, tetapi perlu dipantau untuk elak kesan domestikasi (Jaafar, 2014).
- Kajian sungai (Barumun, Bilah) mendokumentasi rasio kelamin, kelimpahan, dan pola pertumbuhan—penting untuk had tangkapan lestari (Harahap, 2020; Nasution & Dimenta, 2022).
Conclusion
Udang galah ialah komoditas air tawar bernilai tinggi dengan asas biologi dan teknologi budidaya yang sudah cukup kuat, dari hatchery, RAS, polikultur hingga akuaponik dan IMTA. Penggabungan pendekatan budidaya intensif yang ramah lingkungan dengan program pemuliaan genetik dan pengelolaan stok liar memberi peluang besar untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani sambil menjaga kelestarian populasi di alam.
These search results were found and analyzed using Consensus, an AI-powered search engine for research. Try it at https://consensus.app. © 2026 Consensus NLP, Inc. Personal, non-commercial use only; redistribution requires copyright holders’ consent.
References
Banu, R., & Christianus, A. (2016). Giant Freshwater Prawn Macrobrachium rosenbergii Farming: A Review on its Current Status and Prospective in Malaysia. Journal of Aquaculture Research and Development, 7, 1-5. https://doi.org/10.4172/2155-9546.1000423
Cheah, S., & Ang, K. (1979). Preliminary Trials on juvenile Macrobrachium rosenbergiiProduction under modified Static ‘Green water’ Conditions. **.
Dahlia, D., Narayana, Y., & Kadir, S. (2018). PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA SISTEMUGAKODI DI KECAMATAN GALESONGKABUPATEN TAKALAR. Jurnal Balireso: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat. https://doi.org/10.33096/balireso.v3i2.79
Dong, X., Lv, L., Zhao, W., Yu, Y., & Liu, Q. (2018). Optimization of integrated multi-trophic aquaculture systems for the giant freshwater prawn Macrobrachium rosenbergii. Aquaculture Environment Interactions. https://doi.org/10.3354/aei00287
Harahap, E. (2020). Rasio Jenis Kelamin Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) Pada Kondisi Perairan Sungai Barumun Kabupaten Labuhanbatu Selatan. , 16, 85-91. https://doi.org/10.33369/hayati.v16i2.12472
Jaafar, M. (2014). Stock enhancement of macrobrachium rosenbergii (giant freshwater prawns) inferred by molecular genetics and ecological studies / Mohd Azwan Bin Jaafar. **.
Kisworo, Y., Rimalia, A., & Mukhlisah, M. (2016). Diseminasi Perakitan Induk Udang Galah Sumber Genetik Barito dan Produksi Benih pada Kelompok Pembenihan Rakyat dengan Pola Cooperative Breeding System. Enviroscienteae, 12, 130-136. https://doi.org/10.20527/es.v12i2.1691
Lestari, S. (2022). ANALISIS USAHATANI LENGKUAS (Alpinia galanga) DI KELURAHAN SUKA MULYA KECAMATAN SEMATANG BORANG KOTA PALEMBANG PROPINSI SUMATERA SELATAN. Jurnal AGRIBIS. https://doi.org/10.36085/agribis.v15i1.2894
Mahendra, M., Diana, F., Febrina, C., S, I., & Muliyana, A. (2025). Cultivation Of Galah Shrimp Using Aquaponic System As An Effort To Improve The Economy In Drin Mangko Village Woyla District. International Journal Of Community Service. https://doi.org/10.51601/ijcs.v5i3.777
Mardika, P., , Y., & , P. (2022). Halangan dan Peluang Merevitalisasi Tradisi Tanam Padi Gaga di Desa Bali Kuna di Bali Utara. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies). https://doi.org/10.24843/jkb.2022.v12.i01.p07
Maria, S., Mz, N., & Supendi, A. (2024). Pertumbuhan Udang Galah (Macrobrachium Rosenbergii) yang Diberi Perlakuan Vegetable Floating Raft (VFR). Zebra: Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Hewani. https://doi.org/10.62951/zebra.v1i2.75
Nasution, S., & Dimenta, R. (2022). BIOECOLOGY OF GIANT FRESHWATER PRAWNS (MACROBRACHIUM ROSENBERGII) IN THE BILAH RIVER, LABUHANBATU DISTRICT, NORTH SUMATERA. BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan). https://doi.org/10.31289/biolink.v8i2.5191
Pillai, B., Ponzoni, R., Mahapatra, D., & Panda, D. (2022). Genetic improvement of giant freshwater prawn Macrobrachium rosenbergii : A review of global status. Reviews in Aquaculture. https://doi.org/10.1111/raq.12650
Ramadani, S., & Nurhayati, C. (2024). Penentuan Harga Pokok Penjualan Metode Fullcosting dan Harga Jual Lengkuas di Desa Matanair Kabupaten Sumenep. Journal of Economics and Management Scienties. https://doi.org/10.37034/jems.v6i3.61
Setijaningsih, L., Gunadi, B., & Supriyono, E. (2019). BUDIDAYA UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii (de Man, 1879)) SISTEM AKUAPONIK BERBASIS POLIKULTUR DENGAN IKAN TAMBAKAN (Helostoma temminckii Cuvier, 1829). BERITA BIOLOGI. https://doi.org/10.14203/beritabiologi.v18i2.3002
Sopian, S., Jaya, F., Liuhartana, R., Utpalasari, R., & , R. (2023). Produksi Udang Galah (Macrobrachium resenbergii) pada Media Resirculating Aquaqultur System (RAS). Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. https://doi.org/10.31851/jipbp.v18i2.13823
Syatriawan, D., Yusanti, I., & Anwar, S. (2019). PEMBESARAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man) DENGAN SISTEM MONOSEKS DAN CAMPURAN TERHADAP PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP, DAN FCR. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. https://doi.org/10.31851/jipbp.v14i1.3371
Tan, K., & Wang, W. (2022). The early life culture and gonadal development of giant freshwater prawn, Macrobrachium rosenbergii: A review. Aquaculture. https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2022.738357
Tay, S., & Ng, C. (1980). A method for the production of Macrobrachium rosenbergii (de Man), (udang galah), juveniles in Singapore.. **.
Zaki, N., Christmason, J., Janitra, A., Abdinusa, A., Nurdiansyah, K., Adinata, A., Ghifari, G., & Ulkhaq, F. (2024). Teknik Pendederan Udang Galah (Macrobrachium Rosenbergii) di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Probolinggo, Jawa Timur. Zebra: Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Hewani. https://doi.org/10.62951/zebra.v2i2.76



