
Daun bebuas (juga dikenal sebagai buas‑buas, Premna serratifolia atau Premna pubescens) digunakan masyarakat pesisir dan Melayu sebagai sayuran sekaligus obat tradisional. Penelitian modern mulai menguji senyawa aktif dan efek farmakologinya pada hewan dan uji laboratorium.
Manfaat Tradisional dan Penggunaan
- Di Kalimantan Barat, daun bebuas dipakai untuk menurunkan kolesterol, “mengeluarkan angin”, mengobati cacingan, menambah ASI, serta rebusan daun segar untuk flu dan demam (Khairunnisa et al., 2022).
- Secara umum digunakan juga untuk masuk angin, bau mulut, infeksi cacing usus, diare, infeksi paru, rematik, sakit kepala, dan pemulihan ibu setelah melahirkan (Khairunnisa et al., 2022; Shalihin et al., 2022; Muhaimin et al., 2021; Rafita et al., 2022).
Contoh Khasiat Tradisional dan Bukti Modern
| Khasiat utama (tradisional) | Bukti ilmiah yang terkait | Sumber |
|---|---|---|
| Turunkan kolesterol | Aktivitas antikolesterol/hypolipidemik dilaporkan dalam kajian farmakologis P. serratifolia | (Khairunnisa et al., 2022; Muhaimin et al., 2021) |
| Obat cacing (antihelmintik) | Disebut sebagai antihelmintik dalam tinjauan farmakologi | (Khairunnisa et al., 2022) |
| Obat flu, demam, radang | Aktivitas anti‑inflamasi kuat pada tikus; ED50 sekitar 4–5 mg/kgBB untuk alkaloid daun (Shalihin et al., 2022; Muhaimin et al., 2021) | |
| Menambah ASI | Disebut dalam penggunaan etnobotani; belum ada uji klinis rinci | (Khairunnisa et al., 2022; Rafita et al., 2022) |
| Obat diare & infeksi usus | Ekstrak daun P. pubescens menghambat bakteri E. coli dan Bacillus cereus penyebab diare (Rafita et al., 2022; Restuati et al., 2016) |
Figure 1: Hubungan khasiat tradisional bebuas dan bukti laboratorium
Kandungan Senyawa Aktif dan Mekanisme Umum
- Daun bebuas mengandung flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, fenolik, steroid/triterpenoid (Khairunnisa et al., 2022; Shalihin et al., 2022; Muhaimin et al., 2021; Rafita et al., 2022; Restuati et al., 2016).
- Senyawa‑senyawa ini berkaitan dengan aktivitas antioksidan, anti‑inflamasi, antimikroba, antikanker/citotoksik, antidiabetes, antirematik, dan antikolesterol dalam berbagai studi praklinis (Khairunnisa et al., 2022).
- Beberapa alkaloid yang diisolasi dari daun menunjukkan aktivitas anti‑inflamasi kuat pada tikus, sehingga bebuas berpotensi sebagai sumber obat alami anti‑radang (Shalihin et al., 2022; Muhaimin et al., 2021).
Antimikroba dan Aplikasi Produk
- Ekstrak etanol daun Premna pubescens menghambat pertumbuhan Bacillus cereus dan Escherichia coli secara tergantung dosis, meski masih lebih lemah dibanding antibiotik standar (Restuati et al., 2016).
- Ekstrak daun buas‑buas dalam sabun cair (5–15%) memberikan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dengan zona hambat meningkat pada konsentrasi lebih tinggi, dan tidak menimbulkan iritasi pada relawan (Rafita et al., 2022).
Keselamatan dan Keterbatasan Bukti
- Sebagian besar data masih berupa studi hewan dan uji laboratorium, belum banyak uji klinis manusia (Khairunnisa et al., 2022; Shalihin et al., 2022; Muhaimin et al., 2021; Rafita et al., 2022; Restuati et al., 2016).
- Dosis aman, efek samping jangka panjang, serta penggunaan khusus (misalnya untuk ibu menyusui) belum dipastikan secara ilmiah.
Summary
Daun bebuas secara tradisional digunakan untuk berbagai keluhan seperti kolesterol tinggi, gangguan pencernaan, infeksi ringan, radang, dan pemulihan pasca melahirkan. Penelitian modern mendukung sebagian besar khasiat ini pada level praklinis, terutama aktivitas anti‑inflamasi, antikolesterol, antioksidan, dan antibakteri. Namun, bukti pada manusia masih sangat terbatas, sehingga penggunaan sebaiknya tetap hati‑hati dan tidak menggantikan pengobatan medis yang sudah terbukti.
These search results were found and analyzed using Consensus, an AI-powered search engine for research. Try it at https://consensus.app. © 2026 Consensus NLP, Inc. Personal, non-commercial use only; redistribution requires copyright holders’ consent.
References
Khairunnisa, K., Febriyanti, R., & Muhaimin, M. (2022). Phytochemistry and Pharmacological Potentials of Premna serratifolia L.: Traditional Medicinal Plant Used by Local People in Kalimantan. Indonesian Journal of Biological Pharmacy. https://doi.org/10.24198/ijbp.v2i3.43537
Muhaimin, M., Shalihin, M., & Latief, M. (2021). Anti-Inflammatory Activity of an Indole Alkaloid Isolated from Bebuas (Premna serratifolia). The Journal of Pure and Applied Chemistry Research. https://doi.org/10.21776/ub.jpacr.2021.010.02.584
Rafita, R., Nasution, H., Rani, Z., & Fahmi, F. (2022). The BUAS BUAS LEAF UTILIZATION OF BUAS BUAS LEAF (Premna pubescens Blume) ETHANOL EXTRACT AS LIQUID SOAP WITH ANTI-BACTERIA ACTIVITY. International Journal of Science, Technology & Management. https://doi.org/10.46729/ijstm.v3i3.510
Restuati, M., Hidayat, U., Pulungan, A., Pratiwi, N., & Diningrat, D. (2016). ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF BUAS-BUAS (Premna pubescens Blume) LEAF EXTRACTS AGAINST Bacillus cereus AND Escherichia coli. Journal of Plant Sciences, 11, 81-85. https://doi.org/10.3923/jps.2016.81.85
Shalihin, M., , M., & Latief, M. (2022). Isolation and Identification of an Alkaloid Compound from Bebuas Leaves (Premna serratifolia) as an Anti-Inflammatory in White Rats (Rattus norvegicus). Jurnal Teknologi Laboratorium. https://doi.org/10.29238/teknolabjournal.v11i2.275



